Korona Melandai, Wali Kota Mataram Izinkan Perkuliahan Tatap Muka

Matarampost.com-Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mendorong agar sejumlah perguruan tinggi di Kota Mataram mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Mengingat semua sekolah di Kota Mataram mulai dari SD, SMP hingga SMA dan SMK sudah mulai melaksanakan PTM sejak Agustus lalu.

 

“Saya pikir jangan terlalu lama kekosongan pembelajaran ini (belajar daring). Bagaimanapun juga kan jauh lebih efektif pembelajaran tatap muka. Karena tidak berkaitan hanya materi tetapi interaksi sosial itu juga penting,” kata Mohan.

 

a berharap semua perguruan tinggi memberlakukan hal yang sama seperti sekolah, memulai perkuliahan tatap muka. Tentu dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Diawasi oleh Satgas Covid-19 yang dibentuk di kampus, dinas, dan pemerintah kota

Kalau bisa kita terapkan di sekolah, seharusnya di kampus juga lebih baik,” ujar Mohan.

 

Dimulainya perkuliahan tatap muka diyakini tidak hanya akan berdampak pada perkembangan dunia pendidikan. Tetapi akan mempengaruhi roda perekonomian Kota Mataram. Mengingat, Mataram menjadi epicentrum berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta. Di mana puluhan ribu mahasiswa dari berbagai daerah yang ada di Indonesia, datang dan tinggal untuk belajar di Mataram.

 

Kepala Prodi Sosiologi Universitas Mataram Rosiadi Sayuti mengatakan, rektor sudah mengeluarkan edaran terkait rencana perkuliahan tatap muka. “Sudah ada edaran untuk pembelajaran tatap muka terbatas digabung dengan virtual atau sistem hybrid. Ini dikhususkan bagi mahasiswa angkatan tahun lalu dan tahun ini yang belum pernah lihat kampusnya karena pandemi,” ujar mantan Sekda Provinsi NTB ini kepada Lombok Post.

 

Proses perkuliahan tatap muka metode hybrid ini dijelaskan Rosiady adalah gabungan perkuliahan daring dan tatap muka yang memungkinkan seluruh mahasiswa bisa mengikuti perkuliahan. Di mana, sebagian siswa mengikuti kuliah tatap muka, setengahnya lagi secara online. Mereka akan bergantian masuk untuk mengikuti perkuliahan tatap muka.

 

“Misal dalam satu jurusan mahasiswanya ada 40 orang. Yang ikut offline atau tatap muka nanti 20 orang, sisanya ikut online. Jadi dosennya tidak menjelaskan materi yang sama dua kali seperti di sekolah,” jelasnya.

 

Perkuliahan metode hybrid ini sudah bisa dimulai tergantung kebijakan dekan masing-masing fakultas. Dengan catatan mereka harus tetap berkoordinasi dengan satgas Covid-19 Unram.

 

“Kalau kami di prodi Sosilogi paling telat Oktober sudah mulai pembelajaran tatap muka. Karena kami juga harus siapkan infrastruktur untuk online,” paparnya.

 

Senada, Rektor Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) H Asryad Gani mengatakan pihaknya juga segera menggelar perkuliahan tatap muka. Metode perkuliahan tatap muka nanti sama dengan Unram yakni hybrid.

 

Namun ia menegaskan sebelum perkuliahan tatap muka dilaksanakan, 70 persen mahasiswa harus sudah divaksin. Kemudian dosen juga ditargetkan sudah 100 persen sudah vaksin.

 

“Beberapa waktu lalu 1.000 mahasiswa sudah divaksin di kampus. Saya berharap mahasiswa yang belum divaksin agar segera melaksanakan vaksinasi di tempat tinggal mereka,” imbaunya.

 

Ia tidak ingin ketika perkuliahan tatap muka dilaksanakan, justru nanti akan membuat gelombang baru penyebaran Covid-19 di Kota Mataram. Ini tentu tidak sejalan dengan semangat pemerintah menekan penularan pandemi Covid-19.

 

“Jadi selain menerapkan prokes dengan ketat, kami ingin memastikan mahasiswan dan dosen yang melaksanakan perkuliahan tatap muka sudah divaksin. Insya Allah Oktober kita mulai,” tandasnya. (Nur)

 

Share
2021-09-15
Previous: Koordinasi Vaksinasi, Kepala Rutan Praya Temui Kapolres Lombok Tengah
Next: Pandemi Membaik, BOR RSUD Mataram dan RSD Menurun
x

Check Also

Ketua AMPHURI : Biaya Umroh Sekitar 30 Juta Atau Lebih

MATARAMPOS – Biaya perjalanan ibadah umroh diperkirakan akan mencapai Rp30 juta dan bahkan lebih di ...

Pandemi Covid-19, Agus Masih Mampu Bertahan

MATARAMPOS – Cuaca siang hari yang cukup panas tidak membuat Agus Nurdin (52 tahun) menyerah ...

Luhut : Januari 2022 Indonesia Berubah Status Menjadi Endemi

MATARAMPOS – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekan anak buahnya agar kasus penyebaran Covid-19 tidak lagi ...

Exit mobile version