Pandemi Covid-19, Agus Masih Mampu Bertahan

MATARAMPOS – Cuaca siang hari yang cukup panas tidak membuat Agus Nurdin (52 tahun) menyerah untuk mengais rezeki untuk menafkahi istri dan anaknya. Bersama matarampos.com Agus berbagi cerita mengenai perjalanan susah payah untuk mengais rezeki di masa pandemi covid 19 selama hampir dua tahun ini.

 

” Alhamdulilah, masih di kasih rezeki sama Allah untuk dapat rezeki halal “, ujar pria yang memiliki satu anak ini. Sebelum pandemi covid datang di Indonesia, Agus bekerja di Hotel Bintang 4 di Kota Bandung, Jawa Barat sebagai Asisten Kepala Dapur (Asisten Chef) Masakan Indonesia. ” Sudah hampir 5 tahun saya bekerja di sana, berakhir tahun lalu karena Covid-19″, ujar beliau.

 

Walaupun status pegawainya masih kontrak, namun Agus mendapatkan penghasilan yang cukup besar sebagai Asisten Chef ini, tinggal berjauhan dengan istri dan anak yang tinggal di Mataram, namun penghasilan cukup besar yang bisa dibagi kepada keluarga. Agus tidak pernah menyangka dan tidak juga pernah membayangkan hal ini bisa terjadi, PHK Karyawan hotel hampir 70% karena kondisi operasional hotel yang sudah tidak memungkinkan untuk membayar gaji karyawan.

 

” Sempat stress saya waktu itu, 3 bulan nganggur”, katanya. Setelah PHK hidup dengan penghasilan dari uang pesangon yang jumlahnya tidak banyak, Agus pernah mencoba untuk jualan nasi goreng di pinggir jalan, di depan rumahnya, namun setelah 1 bulan berjalan hasilnya tidak baik. Setelah itu juga Agus berjualan asesoris handphone yang dibeli di marketplace, namun lagi-lagi penjualan nya juga tidak berjalan lancar.

 

Suatu hari Agus bertemu teman lamanya yang berprofesi ojek online, lalu dia mengajak saya untuk bergabung menjadi ojek online, dan profesi tersebut yang menghidupi kami semua hingga saat ini.

 

“Penghasilan ojek online memang tidak sebesar gaji di hotel, tapi alhamdulilah bisa menghidupi makan keluarga semua”, ungkap Agus. Kebutuhan sehari-hari agus memang tidak terlalu banyak, karena status kepemilikan rumah sudah milik pribadi, sehingga tidak perlu ada biaya sewa rumah. Agus juga tidak memiliki cicilan lain, penghasilan nya hanya untuk menghidupi keluarga saja.

 

Informasi dari pihak Hotel tempat dia bekerja sebelumnya, Agus akan diberikan info oleh pihak hotel apabila hotel sudah beroperasional kembali dan membutuhkan kembali posisi nya sebagai asisten chef. ” Terserah Allah aja, mana yang baik untuk saya, saya pasrah aja sama Allah”, ungkap Agus sambil tersenyum.

 

Menjalani profesi sebagai ojek online, menurut Agus banyak hal-hal yang menjadi pelajaran hidup, karena selain harus bertahan dari panasnya cuaca di Kota Mataram ini, juga Agus harus bersabar menghadapi berbagai sikap pelanggan nya. Tidak lupa juga Agus menyampaikan, selama pandemi ini sebagai ojek online, Agus selalu menerapkan protokol kesehatan, yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan atau Menggunakan Hand Sanitizer, Menjaga Jarak dan Melakukan Vaksin Covid 19 supaya kondisi pandemi ini cepat berakhir dan Indonesia kembali pulih dari pandemi.

 

“Jangan pernah khawatir akan rezeki, cukup serahkan aja sama Allah, biar Allah yang mengatur semuanya ” tutup Agus (jun)

Share
2021-10-21
Previous: Luhut : Januari 2022 Indonesia Berubah Status Menjadi Endemi
Next: Antisipasi Covid-19 saat WSBK, DPRD NTB Dorong Adanya Sarana Isolasi Terpusat
x

Check Also

Incar 3.000 Talenta Digital, Google Kembali Gelar Program Bangkit

MATARAMPOS.COM – Google akan kembali menggelar program Bangkit untuk angkatan ketiga pada tahun 2022. Program ...

Mulai Menyembur dari Erupsi Semeru, Apa Itu Wedhus Gembel?

MATARAMPOS.COM – Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanis sejak erupsi pada Sabtu (4/12) sekitar pukul 15.00 ...

Punya Fungsi Hybrid, Fujifilm Rilis Instax Mini Evo

MATARAMPOS.COM – Fujifilm meluncurkan Instax Mini Evo, model kamera terbaru dari seri Instax yang mengusung ...

Exit mobile version