ilustrasi: net

Kemampuan Literasi untuk Antisipasi Hoaks Tentang Covid-19

MATARAMPOS.COM, Lombok Timur – Ditengah situasi pandemi Covid-19 yang melanda Negara-negara di seluruh dunia termasuk indonesia membuat kita harus lebih selektif lagi dalam menerima informasi mengenai perkembangan Covid-19 ini. Banyak beredar informasi-informasi yang belum jelas kebenarannya yang disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, yang bisa membuat resah di masyarakat. Ahmad Masfu, selaku Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Lotim mengatakan harus diantiisipasi berita-berita hoaks tentang Corona Virus Disease (Covid-19). Di tengah situasi pandemi Covid ini banyak misinformasi dan disinformasi.

Masfu menyampaikannya pada kegiatan Webinar yang digelar Komite Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasionan (PPC-PEN) Lombok Timur di Selong, Rabu, 11 November 2020. Kadiskominfo dan Persandian ini mengemukakan, Covid memang tidak kelihatan nyata. Akan tetapi, dampaknya sudah dirasakan.

Kadiskominfo Lotim ini pun meyakinkan Covid-19 itu benar-benar ada dan bukanlah konspirasi seperti yang disiarkan. “Covid itu bukan hoaks, fakta-faktanya sudah nyata,” ungkap Masfu. Disinformasi terntang Covid ini coba diklarifikasi sehingga masyarakat bisa benar-benar memahami informasi dengan benar.

Dikatakan Masfu, masyarakat perlu diberikan pemahaman tentang informasi yang baik dan benar tentang Covid. Termasuk informasi tentang keberadaan vaksin Covid yang sedang dipersiapkan pemerintah. Terkadang informasi yang diterima banyak yang hoaks. Berita hoaks yang muncul saat munculnya pandemi Covid-19. Perlu pemahaman kepada masyarakat agar dapat informasi yang benar.

Ada beberapa hal yang perlu diketahui masyarakat menyikapi informasi. Pertama, masyarakat harus hati-hati dalam menerima informasi yang sifatnya provokatif. Informasi yang datang itu harus dicek dulu kebenarannya. Sepetri berita di media online itu setidaknya dicek dulu alamat portalnya.

Disarankan, para pembaca membandingkan dulu situs berita tersebut dengan berita lainnya di media lainnya. Lakukan pengecekan faktual dengan cara membandingkan berita y ang sama dengan portal yang lainya. Bisa juga dicek lewat foto yang ditampilkan lewat berita. Keaslian foto akan terlihat. “Kapan dan di mana foto tersebut dibuat dengan mudah bisa diketahui,” ungkapnya.

Menurut Masfu, perlu menambah wawasan tentang berita hoaks. Mana berita yang merupakan berita palsu dan berita fakta yang beredar di tengah masyarakat. Misinformasi juga salah satu bentuk hoaks. “Mana yang perlu kita cerna dan mana kita abaikan itu bisa dilakukan,” imbuhnya.

Ditambahkan, kemampuan literasi juga harus ditingkatkan. Posisi Indonesia saat ini tingkat literasinya masih rendah. Berada pada rangking 60 di dunia. Kemampuan literasi tidak saja kemampuan baca dan tulis, tapi juga literasi media. Ketika mendengar dan melihat berita di media bisa langsung difahami. “Tingkatkan kemampuan literasi masyarakat sehingga informasi yang diterima betul-betul valid,” demikian ucapnya.

Share
x

Check Also

Bertambah Jadi 223 Orang, WNI di Luar Negeri Meninggal Akibat Covid-19

MATARAMPOS.COM – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat WNI yang meninggal di luar negeri akibat ...

Dokter Faheem Younus: Pilih Vaksin, Sebelum Infeksi Covid-19 Menghampiri Anda

MATARAMPOS – Dokter dari University of Maryland, Amerika Serikat (AS), Faheem Younus meminta masyarakat segera ...

ICU di Mataram dan Lombok Barat Kritis, Covid 19 Melonjak

MATARAMPOS.COM – Meski kasus Covid-19 di NTB disebut dalam keadaan terkendali, tapi kasus harian masih ...