ilustrasi: pixabay

Guru Menjadi Teladan dan Garda Terdepan Pencegahan Covid-19 di Sekolah

MATARAMPOS.COM – Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang besar di berbagai aspek kehidupan, di dunia pendidikan hal ini sangat dirasakan oleh pelaku dunia pendidikan. Guru dan siswa tak lagi bertatap muka secara langsung untuk sementara waktu. Ada wacana pemerintah untuk memberlakukan jam sekolah seperti biasa, tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19 di lingkungan sekolah.

Menyangkut hal ini  bersempena memperingati Hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-75, Badan Khusus Perempuan (BKP) PGRI NTB menggelar seminar pendidikan dan kesehatan. Tema yang diangkat, peran aktif guru melalui edukasi kesehatan dalam rangka membantu pemerintah mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah, menyongsong era back to school. Kegiatan diadakan di Aula MAN 2 Mataram, Selasa (24/11/2020).

”Kalau guru tidak disiplin atau lengah, maka saya tidak bisa bayangkan, apa yang akan terjadi pada anak-anak kita,” ujar Pembina BKP PGRI NTB Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Dia mendorong guru menjadi garda terdepan dalam pencegahan Covid-19, di sekolah. Hingga kini, 413 anak di NTB terjangkit Korona. ”Ini yang balita ada 116 anak, dan anak usia 16-18 tahun ada 297 anak,” ujarnya membuka data.

Ini menunjukkan, anak menjadi kelompok rentan. ”Harus menjadi perhatian kita bersama, bagaimana memperketat penerapan protokol kesehatan ini,” kata bunda PAUD NTB ini.

Dia berpesan, guru juga harus menjadi teladan penerapan protokol kesehatan. ”Dalam ilmu pendidikan, keteladanan itu amat sangat penting, karena percuma kita bicara dari A-Z, tetapi tidak ditunjukkan dengan keteladanan,” terang istri gubernur NTB itu.

”Kalau guru tidak konsisten, anak pasti langsung tiru, maka jangan seperti itu, karena saat ini kita masih berada di masa pandemi,” pesannya.

Harapannya, guru juga harus mampu menjadi motivator, terus berinovasi dalam menyampaikan pelajaran, mengevaluasi proses pembelajaran selama pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan berpesan, PGRI harus bisa membantu semua anggotanya menyesuaikan diri. ”Jadi nggak ada lagi istilah kita nggak dikasi tau atau nggak dapat informasi, kita semua harus ready,” tegasnya.

Ketua BKP PGRI NTB Emiliyati berharap, apa yang disampaikan seluruh narasumber, bisa dipetik manfaatnya. ”Ini juga sebagai persiapan guru agar lebih siap menghadapi pembelajaran, di kebiasaan baru nanti,” ujarnya.

Share
x

Check Also

Resep Hari Ini: Bokchoy Tahu Siram Jamur

MATARAMPOS.COM – Bingung hari ini masak menu sayuran apa? Masak bokchoy tahu siram jamur saja. ...

Buntut Antigen Bekas Kualanamu, Seluruh Direksi KF Diagnostika Dipecat

MATARAMPOS.COM – Ramai diperbincangkan, kasus alat tes antigen bekas di Bandara Kualanamu bikin resah masyarakat ...

Catat! Ini 5 Kegunaan Uang Baru Rp 75 Ribu

MATARAMPOS.COM – Masih ada penolakan terhadap Uang kertas baru Rp 75 ribu. Contohnya dalam video ...