ilustrasi: net

Pemerintah Provinsi NTB akan Luncurkan Lumbung Pangan Masyarakat untuk Atasi Dampak Pandemi Covid-19

MATARAMPOS.COM – Hingga akhir tahun 2020 ini, musibah dunia terkait Covid-19 masih juga belum berakhir. Dampak yang ditimbulkan sangat besar pandemi Covid-19 ini, termasuk bagi masyarakat menengah kebawah yang memiliki penghasilan rendah dan juga rentan terhadap kekurangan bahan makanan sehari-hari.

Pemprov NTB melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) berinisiatif dan berusaha untuk meminimalisir dampak dari pandemi Covid-19 ini, sehingga masyarakat berkecukupan tidak semakin menderita dalam menghadapi musibah dunia ini.

Menurut Kepala DKP NTB Drs. Fathul Gani, M.Si., salah satu upaya Pemprov NTB mengatasi masalah kerawanan pangan ini adalah dengan menyediakan lumbung pangan masyarakat. Lumbung pangan masyarakat ini bertujuan menghimpun satu kelompok masyarakat kelas menengah ke bawah yang ada di desa untuk mereka mendiskusikan atau bermusyarawah untuk bagaimana mengantisipasi terkait kerawanan pangan,

‘’Jadi model kerjanya adalah dengan ada suatu tempat yang memang kita bantu dalam bentuk lumbung. Di tahun 2020, ada 15 lokasi yang sudah kita tentukan. Hampir 100 persen bangunan fisiknya tinggal sekarang proses pengisiannya,’’ terangnya pada Suara NTB di Kantor DPRD NTB, Selasa, 24 November 2020.

Untuk pengisian, ujarnya, ini bisa dilakukan secara mandiri, bisa juga dibantu oleh pemerintah. Bentuknya adalah biasanya dalam bentuk gabah kering dan sewaktu-waktu dalam kondisi tertentu mereka juga bisa mengambil gabah untuk dijadikan sebagai bahan pokok sehari-hari. Di samping itu, kelompok warga bisa secara model arisan menggumpulkan bahan pokok. Tujuannya adalah untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat, terutama masyarakat kelompok-kelompok tani yang berpenghasilan rendah.

Sementara sebaran 15 desa lumbung pangan ini, tambahnya, ada di desa yang ada di delapan kabupaten. Desa yang menjadi lokasi lumbung pangan masyarakat ini yang rentan rawan pangan. Namun, yang paling penting adalah semangat masyarakatnya untuk bisa mengelola lumbung pangan dengan baik, sehingga terhindar dari rawan pangan, khususnya di masa pandemi Covid-19 ini.

Untuk itu, lanjut mantan Kepala Biro Umum Setda NTB ini, pada pekan depan, lumbung pangan masyarakat ini akan diluncurkan oleh Pemprov NTB di Dusun Kesuit Desa Sakra Selatan Kecamatan Sakra Lombok Timur. Pada saat peluncuran, ujarnya, dilakukan juga pencanangan pemanfaatan parit sawah dengan menanam berbagai macam jenis tanaman, seperti cabai, tomat, kacang panjang, kedelai dan tanaman lainnya. ‘’Semoga ini bisa bermanfaat bagi masyarakat di tengah pandemi ini,’’ ujarnya.

Share
x

Check Also

Peringati Hari Bhakti Adhyaksa ke-64, Kejaksaan Tinggi Banten Gelar Donor Darah dan Bakti Sosial

SERANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) mengadakan serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ...

JAM Intel Reda Manthovani Dorong Pengelolaan Tambang Timah secara Berkelanjutan & Bertanggung Jawab

PANGKALPINANG – Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intelijen), Prof Dr Reda Manthovani, menegaskan bahwa sektor ...

Kejati Banten Gelar Pasar Murah untuk Rayakan Hari Bhakti Adhyaksa ke-64

SERANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten mengadakan Pasar Murah di halaman kantor Kejaksaan Tinggi Banten ...