Covid 19, Pemkot Mataram Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

MataramPost.com- Aplikasi PeduliLindungi diperluas penerapannya. “Tidak hanya di kantor wali kota, tetapi sekolah-sekolah sampai tempat usaha,” kata Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang kepada media. (18/11/21).

 

Aplikasi ini dinilai efektif melacak perjalanan dan riwayat kesehatan setiap orang di berbagai tempat yang dikunjunginya.

 

 

Sehingga Aweng, sapaan akrabnya, mengatakan pemerintah melihat perlu memperluas jangkauan aplikasi itu untuk melindungi warga kota.

 

“Terus secara bertahap, kita akan tekankan setiap tempat yang memberikan pelayanan publik menyiapkan aplikasi PeduliLindungi,” jelasnya.

 

Pemerintah berkomitmen menjaga capaian level satu PPKM di Kota Mataram. Menyusul prediksi yang muncul bahwa di awal tahun 2022 nanti akan ada gelombang ketiga lonjakan Pandemi Covid-19.

 

Sementara untuk pejabat dan pegawai yang belum mengunduh aplikasi PeduliLindungi, dengan sendirinya akan memasang aplikasi mengikuti kebijakan.

 

Mengingat adanya ketentuan setiap kali datang ke kantor wali kota atau tempat pelayanan publik mereka harus melakukan scan QR PeduliLindungi.

 

“Begitu juga secara bertahap kami harapkan masyarakat juga memasang aplikasi ini,” harapnya.

 

Selain aplikasi yang akan dimasifkan, Aweng juga mengatakan layanan vaksinasi juga akan lebih diakselerasikan.

 

Program vaksinasi ke sekolah-sekolah hingga lingkungan akan lebih digencarkan. “Kami juga akan meminta bantuan kader Posyandu untuk menggelar vaksinasi door to door,” jelasnya.

 

Berbagai langkah ini dalam rangka mengantisipasi ramalan atau prediksi gelombang ketiga penyebaran wabah Korona.

 

Sejumlah informasi yang berkembang dari media nasional menyebut, gelombang ketiga selain diprediksi muncul awal tahun ada juga yang menyebut ledakannya bisa terjadi tiba-tiba tanpa dapat diprediksi.

 

“Yang jelas begini, kami tentu harus optimis dan terbukti sejauh ini kami mampu terus memperbaiki level PPKM hingga saat ini level satu,” pungkasnya. (Nur)

 

Share
x

Check Also

Prof Dr Reda Manthovani: Ses deux jambes ont été amputées, mais il est devenu un athlète extraordinaire. (L’histoire d’une athlète paralympique de Paris 2024).

Chef de Mission (CdM) du Contingent Indonésien pour les Jeux Paralympiques de Paris 2024, Prof. ...

Kurangi Ketergantungan Bahan Baku Impor, UKMK Didorong Gunakan Produk Berbahan Sawit

Pelaku usaha kecil, menengah dan Koperasi (UKMK) didorong untuk beralih ke produk berbahan sawit, dalam rangka ...

Waspada Antraks dan PMK, Berapa Lama Daging Kurban Boleh Disimpan? Ini Kata Pakar

Jumlah daging kurban yang banyak tak memungkinkan bagi kita untuk mengonsumsinya langsung habis. Daging kurban, biasanya ...