Akhirnya, Sukmara Di Vaksin Covid-19

MATARAMPOS – Banyak beredar berita Hoaks mengenai vaksin covid-19 baik di media sosial maupun di kalangan masyarakat yang membuat Sukmara, bapak 4 orang anak ini baru melakukan vaksin covid-19 di acara perhelatan program pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Walaupun program vaksin covid-19 ini telah lama diselenggarakan oleh pemerintah, namun Sukmara, seorang pekerja lepas di kawasan Lombok ini, baru 2 hari yang lalu melaksanakan vaksin dosis pertama, karena selama ini telah termakan isu yang menyesatkan. Pria usia 57 tahun ini bekerja sesuai panggilan, beliau memiliki keahlian di bidang perbaikan listrik, ” Biasanya kalau ada gedung pemerintahan atau gedung swasta yang perlu perbaikan saluran listrik, saya dipanggil untuk perbaikan”, ungkap pria paruh baya ini.

Semenjak pandemi covid-19 ini, Sukmara tidak terlalu banyak menerima panggilan kerja, salah satu penyebabnya adalah karena belia belum melakukan vaksin covid-19. ” Gara-gara belum punya kartu vaksin, waktu itu gagal dapat job, udah 2 kali kena, katanya harus ada kartu vaksin “, ujarnya.

Informasi menyesatkan yang didapatkan seringkali datang lewat media sosial, “Katanya kalau kita vaksin, kita bakal sakit lumpuh, sakit pendarahan otak, takut lah di vaksin”, katanya dengan logat khas Lombok.

Setelah beberapa kali ditolak dalam pekerjaan, barulah Sukmara merasa bahwa beliau harus mencari kebenaran informasi terkait vaksin ini. Maka, beliau langsung mendatangi Puskesmas terdekat di kawasannya, untuk mendapatkan penjelasan terkait pentingnya vaksin covid-19. Pihak Puskesmas pun memberikan arahan dan informasi yang cukup jelas, dan mereka menyarankan agar dapat mencari infomasi yang lebih banyak lagi terkait vaksin covid-19 ini di website resmi satgas covid-19.

“Saya minta tolong anak untuk buka website nya, saya baca berulang-ulang”, ujar Sukmara. Butuh waktu sekitar 2 minggu untuk memutuskan beliau akan melakukan vaksin. Setelah benar-benar paham dan mengerti pentingnya vaksin covid-19 untuk kekebalan tubuh dan juga untuk memberantas covid-19 agar tidak kembali menyerang dan lama-lama covid-19 akan habis jika seluruh dunia melaksanakan vaksin.

“Kebetulan ada program vaksin di kawasan tempat tinggal, saya ajak anak istri untuk vaksin”, kata nya sambil tersenyum. Sukmara memiliki 4 orang anak, yang bisa melakukan vaksin hanya 2 orang karena umurnya diatas 12 tahun.

Sukmara menceritakan kepada matarampos.com, pada saat proses pendaftaran dan saat menunggu antrian untuk di vaksin, pikiran sempat kacau, namun setelah kembali mengingat informasi pentingnya vaksin, maka beliau kembali bersemangat untuk melakukan vaksin.

” Akhirnya…… selesai vaksin juga, Alhamdulilah”, ujar Sukmara menyampaikan apa yang terjadi setelah vaksin. “Prosesnya cepat, disuntiknya gak sakit, petugasnya ramah, ga ada yang perlu di khawatirkan”, katanya sambil menyesal karena sempat termakan hoaks.

Beberapa saat setelah di vaksin dan mendapatkan kartu vaksin, dia dan keluarganya langsung pulang, dan hingga kini tidak ada terjadi keluhan apapun. “Anak saya tangannya agak pegal aja sedikit, tapi hanya 1 hari aja” , ungkap nya sambil menunjukkan tangan anaknya.

“Tinggal menunggu jadwal vaksin dosis kedua lagi” kata nya sambil menunjukkan kartu vaksin nya. Selain mendapatkan kartu vaksin, Sukmara juga melakukan download aplikasi PeduliLindungi yang dibantu anaknya, sehingga untuk keperluan mobilitas nantinya akan lebih mudah. “Kata anak saya, tinggal di scan aja barcode nya”, katanya.

Jelas sudah bahwa kita harus menjadi warga yang pintar untuk menerima informasi, jangan sampai kita menerima informasi hoaks tanpa memeriksa kebenarannya. Banyak kerugian yang akan didapatkan apabila kita tidak melakukan vaksin, salah satunya adalah kesehatan diri kita, karena tubuh kita tidak menerima antibodi, sehingga akan mudah sekali terpapar virus, salah satunya virus Covid-19.

Untuk mengakhiri kondisi pandemi covid-19 ini alangkah lebih baik maka kita semua warga Indonesia, khususnya warga NTB sama-sama menjalani vaksin covid-19 yang diselenggarakan dan diberikan secara gratis, tanpa bayar dan di fasilitasi oleh pemerintah.

Selain itu, mari kita sama- sama menjalankan protokol kesehatan, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dan melaksanakan vaksin agar kita bisa hidup normal kembali tanpa adanya Covid-19 (jun)

Share
x

Check Also

Incar 3.000 Talenta Digital, Google Kembali Gelar Program Bangkit

MATARAMPOS.COM – Google akan kembali menggelar program Bangkit untuk angkatan ketiga pada tahun 2022. Program ...

Mulai Menyembur dari Erupsi Semeru, Apa Itu Wedhus Gembel?

MATARAMPOS.COM – Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanis sejak erupsi pada Sabtu (4/12) sekitar pukul 15.00 ...

Punya Fungsi Hybrid, Fujifilm Rilis Instax Mini Evo

MATARAMPOS.COM – Fujifilm meluncurkan Instax Mini Evo, model kamera terbaru dari seri Instax yang mengusung ...