9 Tahun Merantau Ke Taiwan, Gaji TKW Asal Pringgarata Habis di Pakai Foya-foya Oleh Suaminya

Kabar Mataram161 Dilihat

Lombok Tengah- Matarampost.com-Kisah yang memilukan dialami oleh salah satu Tenaga kerja wanita (TKW) Taiwan asal Dusun Selakan Lendang Re Desa Sintung, kecamatan Pringgarata. Siapa sangka niat hati merantau keluar negeri biar bisa merubah kehidupan rumah tangganya menjadi lebih baik malah berakhir menyedihkan, orang yang dianggap tempat paling aman dan dipercaya selama hidupnya malah mengkhianatinya diam-diam dibelakangnya.

Bidarah perempuan yang bekerja sebagai tulang punggung keluarga menghabiskan waktu 9 tahun bekerja di negara orang menjadi asisten rumah tangga di Taiwan mengalami cerita yang memilukan. Bagaimana tidak gaji yang selama ini dia kirim ke suaminya yang bernilai Rp.200.000.000 dihabiskan tanpa sepengetahuannya. Uang yang dia kirim buat modal usaha dan masa depan anaknya habis ditangan suaminya yang tak bertanggung jawab itu.

“Siapa yang gak sakit hati mendengar cerita dari orang lain, uang yang saya kirim katanya buat beli tanah dan modal usaha lainnya dihabiskan untuk voya-voya gak jelas, sementara saya bekerja siang malam di negara orang rela jauh dari anak dan keluarga biar bisa cukupi kebutuhan keluarga tapi malah endingnya begini,” katanya dengan nada kecewa.

Sampai saat ini ibu dari satu anak itu sudah melakukan berbagai macam cara untuk meminta haknya itu kembali kepada suaminya namun suaminya malah tidak mengindahkan. ” Saya sudah coba minta bagus-bagus, ngomong secara kekeluargaan juga tapi gak ada yang mau perjuangin hak saya dari pihak suaminya, ia malah disuruh pulang dulu kerumah suaminya baru uangnya diganti. Kalau memang uangnya sudah ada gampang saya pulang, gimana saya mau pulang hampir 10 tahun saya bekerja gak ada sama sekali hasil yang saya terima selama saya kirimkan uang setiap bulan,” ucapnya.

Diketahui, ia pulang dari Taiwan bulan Januari yang lalu. Begitu mendengar berita yang tidak mengenakkan dari tetangganya ia langsung pulang secara diam-diam tanpa sepengetahuan suaminya. Niatnya untuk menyelidiki suaminya tapi semuanya sudah terjawab ketika ia sampai di tanah kelahirannya.

“Awalnya saya dikasih tau tetangga soal uang ini, tapi sya gak percaya karena suami saya bilang sudah dipakai buat beli sawah, tapi pas saya tanya mana sawah yang dibeli itu ternyata memang gak ada. Selama ini uang yang saya kirim dipakai buat voya-voya,” demi Allah selama uang saya yang 200.000.000 juta itu belum dikembalikan saya tidak akan pernah ikhlas sampai kapanpun,” tegasnya.

Sampai saat ini pihaknya tengah melayangkan gugatan cerai ke Pengadilan Negeri Praya dengan berbagai tuntutan. Karena sudah merasa dirugikan pihaknya juga akan melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian sebagai bentuk rasa kekecewaan mendalam yang ia rasakan, namun sampai saat ini pihak jaksa hakim masih mendalami kasusnya dan masih berlanjut sampai tgl 18 Februari mendatang.

Ia hanya berharap uang yang bulet 200.000.000 juta itu dikembalikan walaupun dalam bentuk tanah, sawah atau apapun seperti yang suaminya katakan saat mau dikirimkan uang ketika masih di Taiwan. Siapa yang tidak sedih mendengar kisah tersebut istri banting tulang kerja di negara orang dengan segala tekanan dan tuntutan niatnya sangat mulia demi ketercukupan keluarga kecilnya tapi ia malah menerima penghianatan dan kekecewaan yang sangat mendalam. Sampai di sini pesan yang dapat di ambil dari kisah tersebut adalah jangan terlalu percayakan laki-laki ketika kita sedang tidak berada di sampingnya. Karena siapapun bisa saja mengkhianati kita ketika sudah berurusan dengan uang. (Nr).