Tanam Tebu menjadi Sercercah Harapan bagi Pengangguran di Masa Pandemi

MATARAMPOS.COM – Sulitnya kehidupan di masa pandemi ini membuat berpikir untuk terus berusaha demi kelangsungan hidup keluarga. Kebutuhan setiap hari semakin meningkat, belum lagi dengan kewajiban sebagai orang tua untuk menafkahi dan menyekolahkan anak-anak. Ada yang terkena dampak PHK dari perusahaan tempat bekerja, ada juga pengusaha yang mulai tutup dan tak mampu untuk melanjutkan usahanya karena perputaran ekonomi sedang jatuh-jatuhnya di saat pandemi Covid-19 ini.

Regan Aditya, salah seorang pekerja asal Lombok Tengah, mengaku bersyukur dapat bekerja di kawasan perkebunan. Tawaran jadi pekerja di perkebunan datang saat yang ia sedang gusar akibat menganggur. “Gara-gara Corona, saya ndak bisa bekerja. Ndak ada proyek. Untung ada teman yang ajak ke sini untuk tanam Tebu,” kata Regan Aditya yang sebelumnya menjadi tukang bangunan.

Meski akhirnya menyeberang dari Pulau Lombok ke Pulau Sumbawa dan menempuh waktu cukup lama perjalanan darat, ia tetap bersyukur karena dapat pekerjaan yang layak. “Saya di sini jadi tukang potong dan tebar bibit. Ya, upahnya lumayan lah untuk hidup. Daripada nganggur,” ujarnya bersyukur.

Benar benar keberuntungan bagi Regan dan sekitar 15 orang pekerja yang ditemui belum lama ini. Di tengah krisis pekerjaan, alih alih menjadi TKI semakin sulit, karena akses tertutup di Malaysia akibat Pandemi Covid-19.

Secercah harapan dari PT. Sukses Mantap Sejahtera (SMS) yang sedang membutuhkan tenaga kerja sebanyak-banyaknya. Saat ini, khusus untuk kegiatan tanam saja, membutuhkan 200 orang tenaga kerja non skill. Ini dinilai jadi solusi di tengah sulitnya pekerjaan akibat Pandemi Covid-19.

Sebagai catatan, saat ini kebutuhan tenaga kerja dikhususkan untuk kegiatan tanam di lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT. Sukses Mantap Sejahtera (SMS). Karena saat ini sudah 250 hektare lahan yang sudah dibuka, sebagian telah dilakukan land clearing dan bajak, selebihnya terus diproses persiapan lahan.

Asisten Manager HGU Department PT. SMS, Mohammad Effendi membenarkan kebutuhan tenaga kerja untuk kawasan perkebunan HGU. Karena selain 250 hektare lahan yang baru dibuka, ada 500 hektare lebih yang juga membutuhkan tenaga tanam hingga perawatan. Namun mekanisme untuk menjadi pekerja, tidak langsung terhubung ke manajemen. Menurut Effendi, harus mendaftar melalui kontraktor yang sudah memenuhi syarat administrasi.

Saat ini pihaknya memang sedang membuka pendaftaran untuk kontraktor atau vendor yang akan mempekerjakan tenaga lapangan. “Sudah ada beberapa yang mendaftar,” ujarnya. Pengalaman sebelumnya, vendor lokal banyak mendatangkan tenaga kerja dari Lombok. Dia berharap tahun ini, selain dari Pulau Lombok, partisipasi tenaga kerja lingkar pabrik di Kecamatan Pekat juga terbuka peluang.

Selain tenaga tanam dan perawatan, tahun 2021 akan dicari tenaga kerja non skill besar besaran untuk kegiatan harvesting atau tebangan Tebu. Sebab pada panen tahun ini, ada 2000 tenaga kerja lokal berpartisipasi, tahun depan bertambah 1000 orang seiring bertambahnya perluasan kawasan perkebunan.

Terpisah, Personal Administration Section Head pada HRGA Department PT. SMS, Nor Rohman menjelaskan, pihaknya berusaha hadir di tengah kesulitan lapangan pekerjaan saat ini. Pembukaan kesempatan lapangan kerja di kawasan perkebunan menurutnya relatif lebih mudah, karena tak memerlukan skill khusus. Sehingga sangat terbuka kesempatan bagi warga lokal.

Di sisi lain, pihaknya tetap membuka kesempatan untuk tenaga kerja dengan skill tertentu di perkantoran dan pabrik PT. SMS. “Semua punya kesempatan untuk berkompetisi menjadi tenaga kerja. Tapi itu dengan syarat syarat yang harus dipenuhi,” ujarnya.

Catatannya, saat ini ada 495 pegawai dan tenaga kerja di kawasan pabrik dan plantation PT. SMS. Kebutuhan tenaga kerja tetap dinamis karena ada saja pergantian posisi atau mengisi kekosongan posisi yang ditinggal karyawan sebelumnya, sehingga rekrutmen tetap terbuka pada waktu waktu tertentu. Tentu saja kebutuhan tersebut berdasarkan Struktur Organisasi Perusahaan saat ini.

Nor Rohman berharap kepada warga, khususnya generasi muda lokal NTB agar mempersiapkan diri sehingga memenuhi syarat syarat administrasi. Perusahaan juga sedang menjaring calon-calon pekerja fresh graduate, dari latar belakang pendidikan dan jurusan yang match di dunia industri perkebunan dan pabrik (manufacture) yaitu PT SMS. Terlebih juga punya pengalaman pada skill yang dibutuhkan, akan jadi bahan pertimbangan pihaknya saat seleksi mendatang.

Share
x

Check Also

Peringati Hari Bhakti Adhyaksa ke-64, Kejaksaan Tinggi Banten Gelar Donor Darah dan Bakti Sosial

SERANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) mengadakan serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ...

JAM Intel Reda Manthovani Dorong Pengelolaan Tambang Timah secara Berkelanjutan & Bertanggung Jawab

PANGKALPINANG – Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intelijen), Prof Dr Reda Manthovani, menegaskan bahwa sektor ...

Kejati Banten Gelar Pasar Murah untuk Rayakan Hari Bhakti Adhyaksa ke-64

SERANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten mengadakan Pasar Murah di halaman kantor Kejaksaan Tinggi Banten ...