ilustrasi/pixabay

Berbekal Doa Keluarga dan Orang Tua, Tenaga Medis ini Lawan Covid-19

MATARAMPOS.COM – Di masa pandemi Covid-19 ini membuat kerja tenaga kesehatan menjadi sangat berat. Tenaga kesehatan yang rentan terpapar virus, hingga nyawa pun jadi taruhan. Namun sebagian tenaga kesehatan beranggapan bahwa risiko itu dianggap sebagai sebuah tantangan yang harus dihadapi. Tugas mulia ini pun dihadapi dengan bekal doa dari keluarga dan orang tua di rumah.

Menjadi tenaga medis sekarang sangat jauh berbeda. Tak mudah. Melelahkan secara fisik hingga psikis. Harus serba hati-hati. Sedikit saja tidak menjalankan prosedur penanganan Covid-19, sama saja memberi karpet merah bagi virus Korona.

Pentingnya mematuhi SOP dalam menangani pasien di kondisi pandemi disadari dr. Baiq Prita Riantiani Wardi. Kata Prita, penting bagi tenaga medis untuk memproteksi diri dengan maksimal. Apalagi profesi mereka sangat rentan terpapar.

Di RS tempat Prita bekerja, manajemen sudah membekali dia dan seluruh tenaga medis di sana. Difasilitasi untuk melindungi diri. Misalnya, disediakan pakaian kerja dan dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD).

”Disediakan APD lengkap. Secara psikologis ini juga memberi kami ketenangan ketika bekerja,” kata dokter berusia 28 tahun ini.

Pandemi Korona menjadi pengalaman baru bagi Prita. Meski ini bukan kasus penyakit menular pertama yang pernah ia hadapi. Dulu di awal-awal dirinya menjadi dokter, Prita juga pernah memeriksa pasien TBC.

Penyakit itu tak kalah dahsyatnya dengan virus Korona saat ini. Pemeriksaan pun harus dilakukan di ruang isolasi khusus TBC.

Meski sebagai dokter. Paham seluk beluk kesehatan dan penyakit. Bukan berarti tak ada rasa khawatir selama bertugas. Apalagi yang dihadapinya ini adalah penyakit baru. Yang pandeminya bahkan belum genap enam bulan.

Hanya saja, Prita yakin, dengan bekal APD lengkap. Apalagi sebelum dia keluar dari pintu rumahnya menuju rumah sakit, alumnus Unizar ini selalu memantapkan niatnya. Untuk membantu sesama.

”Insya Allah aman dan dimudahkan. Ini juga sudah tugas, tanggung jawab, tidak perlu ada rasa khawatir setelah itu,” imbuh perempuan berhijab ini.

Pekerjaan yang penuh risiko dijalani Prita dengan mantap. APD lengkap boleh saja melindunginya secara fisik. Tapi ada yang lebih dari itu. Perlindungan secara spiritual. Apalagi kalau bukan dari doa yang dipanjatkan orang tua dan suami Prita setiap saat.

”Keluarga selalu mendoakan untuk tetap semua. Alhamdulillah semua mendukung dan tetap mengingatkan untuk selalu hati-hati,” katanya.

Setiap tenaga kesehatan harus tetap semangat. Setidaknya itulah yang dipegang erat dr. Honesti Trijuniarni. Perempuan yang karib disapa Honest ini bahkan mengaku sangat antusias dengan pandemi virus Korona. Tentu dalam arti yang positif.

Kata Honest, pandemi Korona menjadi salah satu momen yang jarang ditemukan. Tentu ada banyak pengalaman baru untuk tenaga kesehatan. Mereka bisa belajar banyak untuk menghadapi situasi serupa di masa depan.

”Terlepas dari kondisi yang belum kondusif, tapi ini pengalaman yang menyenangkan. Bakal banyak pelajaran yang bisa kita petik,” kata Honest.

Situasi sekarang tak pernah dibayangkan Honest. Ketika dia pertama kali memutuskan untuk menjadi dokter. Namun, dia pernah mendengar banyak cerita. Mengenai

Sebelum datang pandemi Korona, Honest pernah mendengar banyak cerita. Mengenai wabah yang merenggut banyak nyawa manusia. Juga tenaga kesehatan yang tumbang akibat wabah penyakit.

Korona tentu berbeda dengan wabah yang terjadi sebelumnya. Honest mengatakan, tenaga kesehatan tahu betul seperti apa musuh yang dihadapi sekarang. Tidak kasat mata namun memiliki kemampuan menularkan penyakit sangat tinggi.

”Memang tetap antusias, tapi tidak bisa menghilangkan rasa khawatir. Cuma antusiasme ini sebagai tambahan motivasi untuk berjuang sampai pandemi ini selesai,” tandas Honest.

Share
x

Check Also

Yuk Ikutan, Bertuahpos Gelar Event Akbar Bertuahpos City Run 2024

MATARAMPOS.COM – Semangat berolahraga kian digaungkan demi terwujudnya masyarakat yang sehat secara fisik dan mental. ...

Serangan Ransomware Lumpuhkan Layanan Imigrasi di Seluruh Indonesia

Serangan ransomware yang menghantam Pusat Data Nasional (PDN) menyebabkan kelumpuhan layanan imigrasi di seluruh Indonesia. Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy ...

Harga Emas Antam Kembali Naik Signifikan hingga Rp8 Ribu/gram

Harga emas Antam, atau Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali mencatatkan kenaikan ...