Vaksin AstraZeneca Aman

MATARAMPOS – Dinas Kesehatan (Dinkes) NTB memastikan jatah vaksin AstraZeneca untuk NTB aman untuk digunakan. Untuk itu, masyarakat tidak perlu ragu untuk divaksin.

Kepala Dinkes NTB dr H Lalu Hamzi Fikri, menjelaskan untuk NTB, vaksin AstraZeneca dialokasikan bagi kebutuhan anggota Polri yang sudah dikirim awal April lalu. Jumlahnya sebanyak 250 vial atau 2.500 dosis. Pemberian vaksin AstraZeneca berdasarkan surat dari Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) nomor SR.02.06II/762/2021.

Batch atau kumpulan produksi vaksin AstraZeneca untuk NTB berbeda dengan batch yang saat ini sedang diuji BPOM. Yang sebelumnya diduga menjadi sebab meninggalnya warga Jakarta usai disuntik vaksin AstraZeneca.

”Kalau yang batch CTMAV547. Itu yang sekarang ini sedang diuji, diteliti soal sterilitas dan toksisitasnya,” jelas Fikri, Senin (17/5).

Untuk batch CTMAV547 jumlahnya sebanyak 448.480 dosis dari total vaksin AstraZeneca sebanyak 3,8 juta dosis di Indonesia. Dari total batch CTMAV547, seluruhnya tidak ada didistribusikan ke NTB.

”Batch ini sudah didistribusikan untuk TNI Polri dan sebagian ke Jakarta dan Sulawesi Utara. Jadi ke NTB tidak masuk di sana,” ujarnya.

Kata Fikri, pihaknya sudah menerima informasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Terkait dengan penghentian penggunaan AstraZeneca dengan batch CTMAV547. Namun, karena NTB tidak menerima vaksin dengan kode tersebut, maka penyuntikan dengan AstraZeneca tetap jalan terus.

Dari total 2.500 dosis untuk NTB, sebagian besar telah disuntikkan untuk anggota Polri. Bahkan sudah ada yang masuk pada tahap penyuntikan dosis kedua. ”Sudah digunakan. Ada yang masih penyuntikan pertama, tapi sudah ada yang dosis kedua juga,” jelas Fikri.

Terkait dengan kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) untuk penyuntikan vaksin AstraZeneca di NTB, mantan Direktur RSUD NTB ini menyebut tetap ada. Namun, masih masuk kategori gejala ringan dan sedang. Sehingga masih bisa ditangani dengan baik oleh petugas kesehatan.

”Masih bisa diatasi, tidak seperti kasus yang di Jakarta itu. Dan, kebijakan di NTB AstraZeneca hanya untuk TNI Polri. Yang lain masih pakai vaksin Sinovac,” tegas Fikri.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes drg Widyawati dalam rilisnya menyebut, terkait laporan KIPI serius yang diduga berkaitan dengan AstraZeneca Batch CTMAV547, Komnas KIPI telah merekomendasikan BPOM untuk melakukan uji sterilitas dan toksisitas. Dikarenakan tidak cukup data untuk menegakkan diagnosis penyebab dan klasifikasi dari KIPI yang dimaksud.

”Batch AstraZeneca selain CTMAV547 aman digunakan sehingga masyarakat tidak perlu ragu,” kata Widyawati.

Share
x

Check Also

Ustadz Hilmi Firdausi Minta Pemimpin Islam Contoh Justin Trudeau

MATARAMPOS – Dai Ustadz Hilmi Firdausi meminta pemimpin umat Islam mendengarkan dan mencontoh Perdana Menteri ...

Kemenkumham Berikan Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat Miskin

  Jakarta – Kementerian Hukum dan HAM ajukan anggaran sekitar 55 milyar rupiah pada Rencana ...

Perkuat Akses Informasi Pelayanan Publik, Kemenkumham Siapkan Database Melalui SIPP

Yogyakarta – Jumlah pelayanan publik yang dikelola Pemerintah Indonesia hingga saat ini jumlahnya sangat banyak.  ...