Mumpung Masih Ada Stok Vaksin, Warga Mataram Diminta Segera Vaksinasi

MATARAMPOS – RSUD Kota Mataram meminta warga, terutama Lansia yang belum divaksin untuk segera melakukan vaksinasi. Mumpung stok vaksin masih tersedia.

“Masyarakat, terutama lansia bisa datang setiap hari kerja untuk mendapatkan vaksin Covid-19,” kata Kepala Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Mataram dr Tris Cahyoso.

Menurutnya, sebelum lebaran stok vaksin masih tersedia sebanyak 49 vial atau 490 dosis yang dapat digunakan untuk 490 sasaran vaksin. Jika berkurang 20 vial, pihaknya akan mengajukan permintaan tambahan ke Dinas Kesehatan NTB.

“Kebutuhan stok vaksin tidak menjadi kendala. Sebab pemprov siap memberikan dukungan vaksin sesuai kebutuhan, terutama untuk percepatan vaksinasi lansia,” urai pria yang karib disapa Tris.

Sesuai  instruksi dari Dinas Kesehatan Kota Mataram, kata dia, sejak April 2020, pelayanan vaksinasi Covid-19 diberikan khusus bagi lansia dan guru. “Kami di RSUD juga hanya melayani vaksinasi lansia, sedangkan untuk pekerja publik dan masyarakat umum belum bisa dilayani kecuali untuk vaksin dosis kedua,” terang dia.

Sebelum lebaran, kata Tris, tingkat kunjungan pelayanan vaksinasi Covid-19 di RSUD Kota Mataram menurun dari 100 sampai 150 per hari menjadi 20 sampai 30 orang per hari. “Layanan yang 20 sampai 30 orang per hari merupakan layanan lansia untuk vaksin Covid-19 dosis pertama,” tuturnya.

Sejauh ini, sebagai upaya percepatan cakupan vaksinasi lansia dengan target 26.011 orang tersebut, pihaknya memberikan dukungan untuk kegiatan pelayanan vaksin malam di enam kecamatan. “Alhamdulillah, kalau layanan malam kita bisa bantu 100 sampai 150 lansia,” tukasnya.

Terpisah, Plt Direktur RSUD Kota Mataram Lalu Martawang menambahkan, vaksinasi bagi lansia pada malam hari di enam kecamatan pada Ramadan lalu berjalan dengan baik. Karena target untuk vaksinasi lansia harus tetap meningkat tiap bulannya. “Vaksinasi malam hari sebagai bentuk upaya kami meningatkan pelayanan,” ucap pria yang karib disapa Aweng ini.

Share
x

Check Also

Prof Dr Reda Manthovani: Ses deux jambes ont été amputées, mais il est devenu un athlète extraordinaire. (L’histoire d’une athlète paralympique de Paris 2024).

Chef de Mission (CdM) du Contingent Indonésien pour les Jeux Paralympiques de Paris 2024, Prof. ...

Kurangi Ketergantungan Bahan Baku Impor, UKMK Didorong Gunakan Produk Berbahan Sawit

Pelaku usaha kecil, menengah dan Koperasi (UKMK) didorong untuk beralih ke produk berbahan sawit, dalam rangka ...

Waspada Antraks dan PMK, Berapa Lama Daging Kurban Boleh Disimpan? Ini Kata Pakar

Jumlah daging kurban yang banyak tak memungkinkan bagi kita untuk mengonsumsinya langsung habis. Daging kurban, biasanya ...