NTB Terima 68.990 Dosis Vaksin Sinovac dan Astrazeneca, Prioritaskan Vaksinasi Dosis Kedua

MATARAMPOS.COM – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menerima 68.990 dosis vaksin jenis Sinovac dan Astrazeneca dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Puluhan ribu dosis vaksin Covid-19 tersebut akan diprioritaskan untuk vaksinasi dosis kedua.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, M.M., MARS., menyebutkan, 68.990 dosis vaksin tersebut terdiri dari vaksin Sinovac 39.200 dosis. Kemudian vaksin Astrazeneca 29.790 dosis.

‘’Ini diprioritaskan untuk vaksinasi dosis kedua,’’ kata Fikri dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu, 31 Juli 2021.

Fikri mengatakan, Presiden Jokowi menginstruksikan vaksin yang dikirim ke daerah harus langsung digunakan. Tidak boleh vaksin yang telah dikirim ke daerah terlalu lama berada di gudang.

‘’Saya juga sudah imbau teman-teman Dinas Kesehatan kabupaten/kota, ketika sekarang datang vaksin, misalnya sudah mepet waktunya. Segera divaksin untuk dosis kedua,’’ ujarnya.

Sekitar puluhan ribu dosis vaksin Sinovac dan Astrazeneca tersebut, kata Fikri, dibagi untuk Dinas Kesehatan 40 persen, TNI 30 persen dan Polri 30 persen. TNI dan Polri membantu Pemda dalam upaya percepatan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat.

Pemerintah Pusat menambah jumlah sasaran vaksinasi Covid-19 menjadi 3,9 juta penduduk di NTB. Sebelumnya, jumlah sasaran vaksinasi di NTB sebanyak 3,4 juta orang.

Dikes NTB telah menyurati Kepala Dikes Kabupaten/Kota terkait dengan tambahan data vaksinasi Covid-19 di NTB pada 14 Juli lalu. Hal tersebut menindaklanjuti Surat Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Nomor SR0206/11/1862/2021 tertanggal 13 Juli 2021 tentang Perubahan Data Sasaran Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19.

Kemudian Surat Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI No. IR.03.01/4/2644/2021 tanggal 25 Juni 2021 tentang usulan Revisi Data Sasaran Lansia dan Data Sasaran vaksinasi Covid-19 tahap 3 dan No.Ik 03.01/4/2016/20121 tanggal 2 Juli 20121 tentang usulan Data Sasaran Vaksinasi Cavid-19 untuk semua kelompok kategori sasaran.

Dijelaskan, perubahan data sasaran vaksinasi Covid-19 untuk semua kelompok kategori sasaran dengan perhitungan data sasaran oleh Pusdatin Kemenkes RI memperhatikan dua hal. Pertama, jumlah populasi penduduk lansia setiap kabupaten/Kota berdasarkan data yang diterima dari Ditjen Kependudukaan dan Pencatatan Sipil Kemendagri.

Kedua, populasi usia 12 – 59 tahun yang mencatat pada sensus penduduk 2020, yang kemudian dilakukan perhitungan secara proposional sesuai jumlah penduduk kabupaten/kota. Fikri menyebutkan jumlah sasaran vaksinasi Covid-19 di NTB sebanyak 3.910.628 orang.

Dengan rincian, tenaga kesehatan 27.638 orang, pelayan publik 326.273 orang, lansia 368.117 orang. Kemudian, masyarakat rentan dan masyarakat umum sebanyak 2.655.109 orang dan remaja 533.491 orang.

Sementara itu, rincian 3,9 juta penduduk NTB yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19, yaitu Lombok Barat 530.173 orang, Lombok Tengah 767.700 orang, Lombok Timur 952.470 orang, Sumbawa 386.410 orang dan Bima 386.844 orang. Selanjutnya, Dompu 174.467 orang, Sumbawa Barat 104.122 orang, Lombok Utara 180.101 orang, Kota Mataram 315.584 orang dan Kota Bima 112.757 orang.

Jumlah vaksin yang telah diterima NTB hingga 29 Juli 2021 sebanyak 866.260 dosis. Terdiri dari vaksin Sinovac 811.560 dosis, Astrazeneca 29.780 dosis, dan moderna 24.920 dosis. Jumlah vaksin yang telah digunakan sebanyak 821.348 dosis. Sehingga ada sisa 44.912 dosis.  Sisa vaksin di kabupaten/kota sebanyak 19.312 dosis, sisa vaksin di gudang sebanyak 25.580 dosis.

Share
x

Check Also

Percepat Herd Immunity, PDIP NTB Gelar Vaksinasi Masal

MataramPost.com-DPD PDI Perjuangan (PDIP) NTB menggelar vaksinasi massal Covid-19 bagi masyarakat di kantor DPD di ...

Vaksinasi Anak Sekolah di Mataram Baru 35 Persen

MataramPost.com- Cakupan vaksinasi bagi anak usia 12 sampai 17 tahun di Kota Mataram baru mencapai ...

Pandemi Membaik, BOR RSUD Mataram dan RSD Menurun

MataramPost.com- Saat ini, Kota Mataram masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3. Tris ...