Karena Pandemi, Pahrul Sempat Pesimis Daerahnya Sulit Jadi Desa Wisata! Kini Bilebante Mendapatkan Sertifikat CHSE

Lombok- Salah satu desa wisata di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yakni Desa Wisata Bilebante telah mendapat sertifikasi CHSE dan siap untuk dikunjungi wisatawan.

 

Desa yang juga dikenal sebagai Desa Wisata Hijau Bilebante tersebut menawarkan keindahan pedesaan yang masih asri, serta jalur pinggir sawah yang cocok dilintasi sambil gowes.

 

Kendati demikian, Ketua Pokdarwis Desa Bilebante Pahrul Azim mengatakan bahwa dulu pihaknya sempat pesimis tempatnya akan menjadi sebuah desa wisata.

 

Sebab, pada saat itu, pemahaman para pengelola desa akan desa wisata adalah sebuah desa yang identik dengan pantai, gunung, bukit, air terjun, atau hutan.

 

“Di Bilebante kita tidak akan menemukan itu. Di Bilebante itu hanya ada hamparan sawah, kemudian ada petani, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Kondisi itu ia sampaikan dalam acara bincang virtual Karya Kreatif Indonesia bertajuk “Talkshow Desa Wisata ‘Ikon Andalan Baru Wonderful Indonesia’”, Rabu (24/11/2021).

Kendati demikian, setelah mendapat pelatihan dari Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) melalui kerja sama Indonesia-Jerman dan Bappenas pada 4 April 2015, pihak Pahrul mulai paham tentang desa wisata.

 

Melalui bantuan tersebut, mereka dibimbing oleh tim GIZ yang langsung datang ke Desa Bilebante. Dalam kunjungannya, Pahrul mengatakan bahwa mereka sempat terkejut.

 

“Mereka melihat di Bilebante ada bebek, dia kaget. Kami ajak lihat pisang, ada yang matang di tengah sawah, dia kaget juga. Ternyata, yang dikatakan sebagai desa wisata itu adalah bagaimana keaslian desa terjaga dan bagaimana pengalaman di desa itu,” tutur Pahrul.

 

Ada pula Lembah Gardena, sebuah taman yang dulunya merupakan area bekas galian pasir. Dulu, penggalian pasir merupakan sumber pendapatan warga Desa Bilebante sebelum beralih ke sektor pariwisata.

 

Berkonsep ekowisata, wisatawan akan disuguhi beragam tanaman dan pepohonan indah yang tumbuh asri di sana. Selain itu, di sana juga ada sebuah kolam berbentuk hati yang dapat dijadikan sebagai spot foto.

Desa tersebut juga memiliki Pasar Pancingan yang diluncurkan pada 2017 melalui kerja sama dengan GenPi Lombok Sumbawa yang menapilkan kuliner khas Lombok dan Nusantara.

 

Bagi wisatawan yang ingin menginap, Desa Wisata Bilebante juga memiliki homestay yang memanfaatkan rumah-rumah warga.

 

 

 

 

 

Share
x

Check Also

Prof Dr Reda Manthovani: Ses deux jambes ont été amputées, mais il est devenu un athlète extraordinaire. (L’histoire d’une athlète paralympique de Paris 2024).

Chef de Mission (CdM) du Contingent Indonésien pour les Jeux Paralympiques de Paris 2024, Prof. ...

Kurangi Ketergantungan Bahan Baku Impor, UKMK Didorong Gunakan Produk Berbahan Sawit

Pelaku usaha kecil, menengah dan Koperasi (UKMK) didorong untuk beralih ke produk berbahan sawit, dalam rangka ...

Waspada Antraks dan PMK, Berapa Lama Daging Kurban Boleh Disimpan? Ini Kata Pakar

Jumlah daging kurban yang banyak tak memungkinkan bagi kita untuk mengonsumsinya langsung habis. Daging kurban, biasanya ...