Air Terjun Kembar Gitgit Bali Utara, Destinasi Wisata Alam Eksotis yang Cocok untuk Healing

Travelling12 Dilihat

Bali Utara menyimpan keindahan alam yang luar biasa, terutama air terjun yang menakjubkan, menjadikannya sebagai destinasi surga yang tersembunyi. Salah satu air terjun yang terkenal di Bali Utara adalah Air Terjun Gitgit, yang terletak di desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali.

Untuk mencapai Air Terjun Gitgit, diperlukan waktu sekitar 29 menit dari Kota Singaraja dengan jarak tempuh 13,4 km. Setelah sampai di area parkir, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 20 menit melalui jalan yang dikelilingi oleh pepohonan hijau yang masih alami.

Pesona Air Terjun Gitgit di Bali Utara sangat memukau. Sesampainya di air terjun, pengunjung akan disuguhkan pemandangan air terjun setinggi 48 meter, di mana airnya mengalir deras dan jatuh ke bebatuan di bawahnya, dengan kejernihan air yang menawan.

Bagi mereka yang mencari tempat untuk menenangkan pikiran atau healing dari kesibukan kota, Air Terjun Gitgit adalah pilihan wisata yang ideal. Air Terjun Kembar terdiri dari dua air terjun yang berdekatan, dengan aliran air yang saling bertemu.

Masing-masing air terjun memiliki ketinggian sekitar 20 meter dan kedalaman air 10 meter, namun dengan suhu yang berbeda. Air terjun di sebelah kiri terasa hangat, sementara yang di sebelah kanan memiliki air yang lebih dingin.

Namun, pada musim kemarau, debit air di sisi kanan akan berkurang, sehingga suhu air secara keseluruhan menjadi lebih hangat. Selain itu, Air Terjun Kembar Gitgit juga dikenal sebagai Air Terjun Campuhan, yang dianggap suci oleh umat Hindu.

Istilah “Campuhan” berarti pertemuan atau titik bertemunya dua aliran air, yang dianggap sebagai sumber air suci. Air terjun ini memiliki makna spiritual dan digunakan sebagai tempat untuk melakukan ritual penglukatan atau pembersihan diri.

Ada berbagai kegiatan keagamaan yang dapat dilakukan secara rutin di air terjun ini. Salah satunya adalah mecaru, yaitu persembahan sesajian yang dilaksanakan sehari sebelum Nyepi dan piodalan, sebuah upacara keagamaan yang diadakan dua kali setahun di lokasi tersebut.

Di bawah Air Terjun Kembar Gitgit, terdapat dua air terjun lainnya yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki selama 30 menit. Air terjun pertama adalah Air Terjun Mekalang, yang memiliki ketinggian 45 meter dengan air yang jernih, sesuai dengan namanya yang berarti terang atau bersih.

Setelah berjalan sekitar 10 menit dari Air Terjun Mekalang, kalian akan menemukan air terjun kedua yang dikenal oleh masyarakat setempat sebagai Air Terjun Bertingkat. Nama ini diberikan karena bentuk kontur air terjunnya yang berundak-undak, sehingga terlihat seperti tumpukan bertingkat.

Dilansir dari Dinas Budaya Pariwisata Kabupaten Buleleng, memasuki tempat wisata Air Terjun Gitgit, harga tiket masuk yang ditetapkan cukup terjangkau, yaitu Rp20.000 untuk dewasa dan Rp10.000 untuk anak-anak, ditambah biaya parkir sebesar Rp5.000.

Dengan demikian, Air Terjun Gitgit di Bali Utara menjadi pesona surga tersembunyi yang masih alami dan jauh dari keramaian kota.

Tinggalkan Balasan