Dikes Lombok Timur Vaksin 1.822 Ibu Hamil dalam Sehari

SELONG, MataramPost.com-Dinas Kesehatan (Dkes) Lotim mulai melakukan vaksinasi Covid-19 untuk ibu hamil. Pencanangan vaksinasi dilakukan serentak di 21 kecamatan, kemarin (14/9). “Capaian hari ini, 1.822 dosis. Target kita 9.243 ibu hamil,” kata Kadikes Lotim H Pathurrahman pada Lombok Post.

 

Ia menerangkan, ibu hamil sebagai kelompok yang rentan terpapar Covid-19 telah dinyatakan aman untuk mendapat vaksin Covid-19 sinovac. Syarat dari Kementerian Kesehatan RI, usia kehamilan di atas 13 minggu atau telah memasuki trimester kedua. Selain itu, yang bersangkutan juga tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

 

Kata Pathurrahman, selama ini tidak sedikit ibu hamil di Lotim yang telah terpapar virus korona. Hal ini menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah untuk menyegerakan vaksinasi untuk ibu hamil. “Namun kita juga perketat di proses screening sebelum divaksin,” jelasnya.

Pelaksanaan vaksinasi untuk ibu hamil nantinya akan dikhususkan di puskesmas. Hal itu dilakukan untuk memastikan tahapan uji klinis bagi ibu hamil berjalan maksimal. Selain itu, untuk memastikan ketertiban dan menghindari terjadinya kerumunan. Karena vaksinasi untuk masyarakat umum pada saat yang sama juga tetap dilakukan.

 

Kepala Puskesmas Sakra Zaini Jauhari mengatakan, antusias ibu hamil di Kecamatan Sakra untuk divaksin cukup tinggi. Hal itu disebabkan karena pihaknya telah melakukan sosialisasi mengenai vaksinasi untuk ibu hamil. “Jauh hari sebelumnya kita sudah informasikan,” kata Zaini.

 

Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan, masih ada beberapa ibu hamil yang masih khawatir untuk divaksin. Terutama mengenai keamanan vaksin untuk janin yang dikandungnya. Kata Zaini, meskipun jumlahnya tidak banyak, namun hal itu tetap ada dan butuh sosialisasi lanjutan.

 

“Selain itu, ada juga yang berhalangan karena informasi jadwal yang terlalu cepat,” terangnya.

 

Zaini menegaskan, vaksin sinovac sangat aman. Selama ini, dari 9 ribu lebih warga Sakra yang telah divaksin, tidak ada satupun yang ditemukan merasakan efek samping atau berlebih. “Seperti lumpuh atau sakitnya sampai dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.

 

Selain itu, pihaknya juga sangat ketat diproses screening. “Hari ini saja, ada puluhan ibu hamil yang tidak kita loloskan karena beberapa faktor kesehatan,” tambah Zaini. (Nur)

 

Share
x

Check Also

Prof Dr Reda Manthovani: Ses deux jambes ont été amputées, mais il est devenu un athlète extraordinaire. (L’histoire d’une athlète paralympique de Paris 2024).

Chef de Mission (CdM) du Contingent Indonésien pour les Jeux Paralympiques de Paris 2024, Prof. ...

Kurangi Ketergantungan Bahan Baku Impor, UKMK Didorong Gunakan Produk Berbahan Sawit

Pelaku usaha kecil, menengah dan Koperasi (UKMK) didorong untuk beralih ke produk berbahan sawit, dalam rangka ...

Waspada Antraks dan PMK, Berapa Lama Daging Kurban Boleh Disimpan? Ini Kata Pakar

Jumlah daging kurban yang banyak tak memungkinkan bagi kita untuk mengonsumsinya langsung habis. Daging kurban, biasanya ...