Kabar Baik, NOL Pasien Covid-19 di RSUD Praya

Kabar Baik, NOL Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Sekarang

 

 

Praya, Lombok Tengah, MataramPost.com- Sejumlah rumah sakit (RS) kabupaten/kota di Provinsi NTB menyampaikan jika pasien covid-19 sudah mulai tidak ada akhir-akhir ini. Bahkan ruang isolasi yang awalnya disiapkan pihak RS kini tak ada penghuninya.

“Iya sudah melandai. Kondisi di RS berkurang. Itu di RSUD Praya nol pasien,” ungkap Asisten III Setda NTB, dr Nurhandini Eka Dewi saat dikonfirmasi MataramPost (18/10/21).

 

Mantan Kadis Kesehatan NTB itu menjelaskan, menunurunkan angka covid tidak lepas dari upaya disiplin masyarakat dalam menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) meski kesadaran mereka masih diangka 50 persen, tetapi penyebab lain masifnya vaksinasi yang digenjot Pemprov NTB. Masyakat yang sudah divaksin menyebabkan kekebalan tubuh mereka makin naik. Katanya, Pulau Lombok sendiri ditargetkan serapan vaksin diangka 70 persen. Hitungan di masing-masing daerah pun sama minimal capaian di angka 70 persen. Kabupaten Lombok Tengah terutama sebagai tuan rumah perhelatan World Superbike (WSB) Mandalika 2021 syarat pelaksaannya serapan vaksin minimal diangka 70 persen.

 

“Faktor vaksin sehingga kasus melandai. Yang divaksin bertambah kekebalan tubuhnya,” tegas Eka.

 

 

Sementara itu, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya tidak ada pasien covid dirawat.

Humas Satgas Covid-19 RSUD Praya, Yuda Permana mengungkapkan, penurunan angka pasien covid-19 sejak minggu kedua bulan September sampai dengan Minggu (kemarin, red) mencapai angka nol pasien. Meskipun pada tahun 2021 mengalami puncak pandemi bulan Juli dan Agustus.

 

“Alhamdulillah sejak 16 Maret 2020 sampai saat ini terus membaik kondisi di daerah terutama pasien di RSUD Praya, Hari Jumat sampai dengan Hari Minggu kemarin tercatat tidak ada pasien di ruangan isolasi, ” bebernya saat dihubungi Radarmandalika.id Group.

 

Ydha menerangkan, zero case bukan merupakan pertanda Covid-19 sudah selesai dan pergi meninggalkan daerah. Dimana, pihaknya terus mengimbau kepada seluruh masyarakat harus terus berbenah baik secara SDM maupun fasilitas saat adanya kunjungan atau kedatangan pasien, dimana kedepan saat kedatangan pasien pihaknya telah sigap, meskipun tidak mengharapkan adanya kedatangan pasien lagu.

 

Namun harus menjadi kewaspadaan bersama, bahwa adanya isu gelombang ketiga yang akan datang dan semua pihak harus tetap siap sedia untuk menghadapi pasien berikutnya.

“Kami sangat senang dan bahagia, terutama dari para Nakes di ruang isolasi RSUD Praya paling tidak kami bisa relaksasi, dan kembali bersiap saat sewaktu-waktu kembali ada lonjakan, ” tegasnya.

Yudha mengimbau warga agar tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes), namun kondisi saat ini juga penting semua pihak harus bersiap dan terus menjaga proses, maka kemudian kita harus tetap prokes di manapun dan kapanpun.

“Prokes perlu tetap diterapkan,” katanya. (Nur)

 

 

Share
x

Check Also

Prof Dr Reda Manthovani: Ses deux jambes ont été amputées, mais il est devenu un athlète extraordinaire. (L’histoire d’une athlète paralympique de Paris 2024).

Chef de Mission (CdM) du Contingent Indonésien pour les Jeux Paralympiques de Paris 2024, Prof. ...

Kurangi Ketergantungan Bahan Baku Impor, UKMK Didorong Gunakan Produk Berbahan Sawit

Pelaku usaha kecil, menengah dan Koperasi (UKMK) didorong untuk beralih ke produk berbahan sawit, dalam rangka ...

Waspada Antraks dan PMK, Berapa Lama Daging Kurban Boleh Disimpan? Ini Kata Pakar

Jumlah daging kurban yang banyak tak memungkinkan bagi kita untuk mengonsumsinya langsung habis. Daging kurban, biasanya ...