Rupiah Melemah, Pedagang Tempe Tertekan: Omzet Anjlok hingga 35 Persen dan Daya Beli Turun

Ekbis2 Dilihat

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha kecil di lapangan. Salah satu yang paling merasakan imbasnya adalah pedagang tempe, yang mengaku mengalami penurunan omzet secara signifikan hingga mencapai 35 persen.

Kondisi ini terjadi seiring meningkatnya biaya produksi akibat naiknya harga bahan baku impor, terutama kedelai yang menjadi komponen utama dalam pembuatan tempe. Di sisi lain, daya beli masyarakat juga disebut ikut melemah, membuat penjualan semakin tertekan.

Para pedagang menyebutkan bahwa fluktuasi nilai tukar rupiah berdampak langsung pada harga bahan baku di pasar. Kenaikan biaya produksi membuat margin keuntungan semakin tipis, bahkan dalam beberapa kasus tidak sebanding dengan biaya operasional harian.

Situasi ini tidak hanya dialami oleh pedagang tempe, tetapi juga pelaku usaha berbasis kedelai lainnya seperti tahu dan olahan pangan tradisional.

Penurunan penjualan menjadi dampak paling terasa. Sejumlah pedagang melaporkan omzet mereka merosot hingga sekitar 35 persen dalam periode pelemahan rupiah terbaru.

Selain faktor harga, berkurangnya jumlah pembeli juga menjadi penyebab utama turunnya pendapatan. Banyak konsumen mulai mengurangi konsumsi atau beralih ke alternatif makanan lain yang lebih terjangkau.

Pelaku usaha kecil menilai bahwa kondisi ini tidak berdiri sendiri. Pelemahan rupiah disebut ikut memicu kenaikan harga kebutuhan pokok secara umum, sehingga berdampak pada pola konsumsi masyarakat.

Dengan pengeluaran rumah tangga yang semakin ketat, belanja untuk produk harian seperti tempe pun ikut menurun.

Para pedagang berharap kondisi nilai tukar rupiah dapat segera stabil agar harga bahan baku kembali terkendali. Stabilitas ekonomi dinilai menjadi kunci penting bagi keberlangsungan usaha kecil yang sangat sensitif terhadap perubahan harga.

Selain itu, dukungan kebijakan pemerintah juga diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat agar perputaran ekonomi tetap berjalan.