Panglima Kogabwilhan I Laksamana Madya Yudo Margono. F.Puspen TNI untuk Batam Pos

Kapal Tiongkok Masih Bertahan di Laut Natuna

NATUNA-Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I kembali menambah empat unsur kekuatan militer guna mendukung operasi pengamanan kedaulatan Indonesia di Laut Natuna. Panglima Kogabwilhan I Laksamana Madya Yudo Margono menjelaskan, penambahan unsur dari Komando Armada (Koarmada) I tersebut bertujuan untuk mengusir kapal Coast Guard dan kapal nelayan Tiongkok yang saat ini masih bertahan di wilayah Laut Natuna. “Operasi telah diperkuat lagi oleh empat unsur kekuatan tambahan (kapal perang). Totalnya ada enam unsur,” jelas Yudo di Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Tanjungpinang, Minggu (5/1).

Unsur Kapal Republik Indonesia (KRI) akan beroperasi melakukan komunikasi persuasif dan akan terus mengusir keberadaan Coast Guard Tiongkok di wilayah Laut Natuna. Pihaknya, kata Yudo, akan melakukan operasi penegakan hukum bagi kapal nelayan Tiongkok yang tetap melakukan penangkapan ikan tanpa izin. “Cara cara persuasif terus dilakukan dan berusaha menyelesaikannya secara damai,” katanya.

Komunikasi persuasif yang terus dilakukan, lanjut Yudo, dapat menghindari terjadinya benturan benturan. Dengan komunikasi persuasif, kapal kapal tersebut diharapkan dapat keluar dari wilayah Laut Natuna. “Sejauh ini upaya pengusiran terus dilakukan. Secara diplomasi, pemerintah juga telah menyampaikan protes keras,” tegasnya.

Editor Roy

Share
x

Check Also

GESID Dukung Keputusan DPR dan Pemerintah soal Revisi UU Desa Terkait Masa Jabatan Kades Jadi 8 Tahun

MATARAMPOS.COM, JAKARTA- Dewan Pimpinan Rakyat (DPR) dan Pemerintah akhirnya sepakati revisi undang-undang desa yang salah ...

Ketika Seorang Ibu Mengajarkan Anaknya Bertemu Rasulullah SAW Setiap Saat

Kisah Hikmah penting untuk bertemu Rasulullah SAW setiap saat. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ ...

Alasan Starbucks Disebut Pro-Israel dan Ikut Diboikot

MATARAMPOS.COM – Starbucks menjadi salah satu brand utama gerakan Boycott, Divestment, Sanctions (BDS) atau Boikot, Divestasi, ...