Covid-19 Itu Nyata

MATARAMPOS – Air mata nya menetes seketika setelah dia melihat hasil swab PCR miliknya negatif, setelah 14 hari sebelumnya dia menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit pemerintah karena positif Covid-19.

Wawan adalah seorang wirausaha. Usianya yang hampir setengah abad, membuat imun tubuhnya tak sekuat anak muda. Lagi pula, dia punya penyakit penyerta diabetes yang selalu membuatnya was – was jika terpapar Covid-19.

“Saya termasuk orang yang taat protokol kesehatan. Faktanya, orang seperti saya pun bisa terpapar Covid-19. Nggak tahu dari mana. Tapi saya bersyukur masih diberi Allah kesempatan kedua untuk hidup,” tuturnya saat bercerita dengan matarampos, Sabtu, 28 Agustus 2021 di kediamannya.

Warga yang berdomisili di kawasan Lombok itu mengisahkan bagaimana awal mula dia terpapar Covid-19, meskipun dia tidak begitu yakin dari mana sumber pastinya virus itu masuk ke dalam tubuhnya.

Pertengahan bulan Juli , Wawan tengah sibuk dengan urusan kantornya yang kinerjanya lebih bayak di lapangan dan tempat yang ramai. Saat itu, awal – awal angka lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia, terutama di Jakarta dan Bali.

Setiap hari Wawan  selalu mempersiapkan segala sesuatu, terutama stok masker dan hand sanitizer.

“Selama melakukan tugas saya sangat jaga jarak. Sebisa mungkin meminimalisir kontak dengan orang – orang. Bahkan untuk makan saja, sengaja bawa bekal agar tidak perlu berkerumun,” tuturnya.

Selama 2 minggu pekerjaan pun terus berlanjut, dan sedikit terhambat karena adanya PPKM Jawa dan Bali, namun karna memang sudah tugas Wawan pun tetap melanjutkan tugasnya.

Awal Agustus, saat bangun dari tidur , dia merasakan sakit pada bagian kepala belakang. “Wah, ini pasti masuk angin,” tuturnya. Karena merasa butuh istirahat, dia kembali melanjutkan tidur.

Sekitar tengah malam, Wawan terbangun karena perutnya terasa sangat lapar. “Pas bangun tubuh saya sudah meriang hebat. Setiap persendian sangat nyeri,” ucapnya.

Di malam berikutnya saat terbangun tubuhnya mulai enakan. Namun tenggorokannya terasa sangat nyeri. Pikirannya masih belum mengarah pada Covid-19 karena Wawan masih yakin kalau sakit yang dialaminya karena masuk angin dan kelelahan selama dia bekerja.

Selama 2 hari merasakan demam, sakit seluruh tubuh Wawan pun tidak bisa beraktivitas apapun, dan disarankan untuk melakukan swab. Setelah 2 hari demam pun sudah reda, karena mengkonsumsi obat-obatan. Sementara hasil swab menunjukkan Reaktive Covid 19.

“Terlalu panjang ceritanya kalau saya sampaikan disini, detailnya seperti apa dan bagaimana covid menyerang tubuh saya yang kebetulan saya memiliki penyakit diabetes, Namun, Alhamdulilah, Allah masih memberi saya kesempatan hidup di dunia ini dan diberikan kesehatan kembali”

Pesan yang disampaikan oleh Wawan, ” Jangan pernah sedikitpun menyepelekan yang namanya protokol kesehatan karna terbukti bahwa covid itu ada “, ujar wawan (b19)

Share
x

Check Also

Prof Dr Reda Manthovani: Ses deux jambes ont été amputées, mais il est devenu un athlète extraordinaire. (L’histoire d’une athlète paralympique de Paris 2024).

Chef de Mission (CdM) du Contingent Indonésien pour les Jeux Paralympiques de Paris 2024, Prof. ...

Kurangi Ketergantungan Bahan Baku Impor, UKMK Didorong Gunakan Produk Berbahan Sawit

Pelaku usaha kecil, menengah dan Koperasi (UKMK) didorong untuk beralih ke produk berbahan sawit, dalam rangka ...

Waspada Antraks dan PMK, Berapa Lama Daging Kurban Boleh Disimpan? Ini Kata Pakar

Jumlah daging kurban yang banyak tak memungkinkan bagi kita untuk mengonsumsinya langsung habis. Daging kurban, biasanya ...