Wagub NTB Ingatkan Terkait Sinkronisasi Data Covid-19

MATARAMPOS – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Sitti Rohmi Djalillah mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah kabupaten/kota serta lintas sektoral akan pentingnya menjaga sinkronisasi data COVID-19.

“Yang paling utama dalam menangani COVID-19 ini, sama persepsinya sama pandangannya bahwa data ini sangat penting. Tidak boleh lalai data. Karena dari data itu terlihat kerja kita yang nyata. Ini harus terepresentasikan di data,” kata Sitti Rohmi usai mengikuti rapat koordinasi antisipasi eskalasi pasien COVID-19 di Mapolda NTB, Jumat (18/6).

Karenanya dia mengingatkan kembali agar kondisi penanganan di lapangan harus selalu disesuaikan dengan data. Alangkah baiknya lagi, petugas yang melakukan pendataan tetap memantau setiap perkembangan penanganan di lapangan.

“Jadi setiap orang yang berkepentingan atau yang bertugas meng-‘update’ data, itu tolong serius dan sungguh-sungguh ‘update’ data yang sesuai dengan kenyataan di lapangan,” ujarnya.

Untuk ke depannya, lanjut Sitti Rohmi, pemerintah akan mengajak seluruh pemangku kepentingan tentang penanganan COVID-19 di NTB ini agar menaruh orientasi pada pembaruan data secara “real time” melalui aplikasi All Record TC-19.

“Nantinya jangan sampai ada lagi data pada aplikasi All Record TC-19 berbeda dengan data yang sebenarnya. Karena itu langsung yang baca pusat,” ucap dia.

Senada dengan Wagub NTB, Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal juga mengatakan hal demikian. Sinkronisasi data lapangan dengan yang ada pada aplikasi All Record TC-19 harus tetap terjaga.

“Jadi tentang data ini, kita harus satu frekuensi. Jangan sampai kita kerja di lapangan luar biasa tapi datanya malah amburadul, sama saja bohong. Data yang terlihat di NTB malah jadi jelek padahal tidak,” kata Iqbal.

Bila hal itu tidak menjadi perhatian bersama, maka akan memberikan imbas yang cukup besar bagi kelangsungan hidup masyarakat NTB. Utamanya dalam hal perekonomian masyarakat yang sebagian besar bergelut di bidang pariwisata.

“Tentu yang rugi masyarakat, orang yang mau wisata, bisnis jadi enggan,” ujarnya.

Namun dari permasalahan data ini, Kapolda NTB menyoroti semangat Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama seluruh pemangku kepentingan setempat dalam penanganan COVID-19.

Menurutnya, persoalan COVID-19 di Kabupaten Lombok Timur dengan pembaruan data pada aplikasi All Record TC-19 sudah sesuai. Hal itu pun diharapkannya dapat menjadi contoh kabupaten/kota lainnya.

“Jadi kita harus memberikan ‘reward’. Sementara ini yang paling bagus itu Lombok timur. Kerja lapangan dan manajemen datanya bagus. Karena memang ‘leadership’ bupati yang mau tahu dan paham dengan konstruksinya. Begitu juga dengan sekda yang mau tahu. Ada ‘political will’,” ucap dia.

Selain ada yang terbaik dalam pendataan, Kapolda NTB juga melihat ada salah satu kabupaten yang masuk dalam catatannya dan patut menjadi perhatian pimpinan daerah setempat agar ada perbaikan kinerja.

“Itu Lombok Tengah terlihat paling buruk per-16 Juni, karena datanya data yang buruk. Bisa saja representasi kerja buruk, bisa saja tidak. Karena itu, data ini menjadi hal yang penting,” katanya.

Share
x

Check Also

Berikut 5 Aplikasi Smartphone yang Cocok untuk Anak di Bawah 5 Tahun

Dalam era digital saat ini, peran teknologi dalam perkembangan anak-anak semakin mendapat perhatian. Namun demikian, ...

PBB Gelar Voting, Palestina Raih Dukungan Mayoritas untuk Keanggotaan Penuh

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menggelar voting untuk menentukan keanggotaan penuh Palestina pada Jumat, 10 Mei 2024. ...

Disdik DKI Larang Acara Perpisahan dan Study Tour di Luar Sekolah

Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta mengeluarkan imbauan agar seluruh satuan pendidikan tidak menggelar acara perpisahan ...